oleh

Kumpulan Film Terbaik 2018 Yang Sangat Sayang Di Lewatkan

Memilih yang terbaik nggak pernah jadi tugas yang gampang. Terkadang suatu penilaian yang diberikan pada film dianggap terlalu subjektif, benar bukan? oleh karena itu, demi membuat daftar film terbaik 2018 ini, kami di Selipan nggak hanya mengandalkan opini pribadi. Kami juga mengamati skor dari masing-masing film di situs Rotten Tomatoes dan IMDB, lalu mengkombinasikannya dengan penilaian pribadi.

Beragam ragam film di sepanjang tahun 2018 telah kami rangkum ke dalam daftar 30 film terbaik 2018 ini. Untuk lebih memudahkan, daftar di bawah ini dibagi khusus ke dalam beberapa sort: sentiment, activity, horor, komedi, animasi, dan dramatization.

Kita mulai saja dari…

Film Terbaik 2018: Romance

1. Crazy Rich Asians


Premis ceritanya memang sangat sederhana dan klise, tapi film Crazy Rich Asians malah sukses jadi salah satu film romantis terbaik di tahun 2018. Film ini sedikit dibalut komedi namun berhasil menggebrak dunia perfilman dengan mengangkat unsur etnis, mengingat seluruh aktornya merupakan keturunan Tionghoa.

Kesuksesan film ini makin lengkap dengan bertengger selama tiga minggu berturut-turut di puncak film industry ketika dirilis.

2. Love, Simon


Love, Simon mengangkat kisah percintaan yang cukup berbeda dari film sentiment kebanyakan.

Pasalnya, film ini sangat mengedepankan sudut pandang tentang percintaan sesama jenis. Film yang dibintangi oleh Nick Robinson juga menjadi sekaligus film produksi Hollywood pertama yang memfokuskan ceritanya pada romansa seorang remaja penyuka sesama jenis.

Meskipun begitu, Love, Simon tidak hanya mengandalkan keberaniannya dalam mengusung tema yang masih tabu. Kualitasnya pun bagus pokoknya wajib kamu tonton walau sekali seumur hidup.

3. To All the Boys I’ve Loved Before


Tidak hanya saya saja, banyak orang menganggap To All the Boys I’ve Loved Before telah berhasil membawakan kisah cinta ala remaja tanpa harus terlihat berlebihan. Jika kamu pengin nonton film percintaan remaja yang dikemas secara nyata dan common, tonton deh To All the Boys I’ve Loved Before.

Belum lagi  dari faktor para aktornya yang berparas rupawan, mungkin para penonton perempuan bisa dibikin mimisan saat menontonnya. Gracious ya, sekuelnya yang berjudul P.S. I Still Love You kabarnya sedang digarap lho!

4. Cold War (Zimna Wojna)


Kisah cinta dalam film asal negri Polandia ini ternyata terinspirasi langsung dari hubungan kedua orang tua sang sutradara sendiri, Pawel Pawlikowski.

Mungkin karena dibuat dengan sepenuh jiwa, jalinan kisah cinta dalam Cold War terasa begitu hangat dan mengharu biru. Itu juga yang ditunjang oleh para pemeran utamanya yang mampu menampilkan emosi dengan sangat maksimal saat berakting. Penyajian dalam warna hitam putih semakin menambah kesan elegan dari film ini sendiri.

5. Set It Up

Set It Up

Set It Up tampil dengan kisah romansa yang strong dalam plot khas romantic comedy klasik. Film akan membuat kamu memikirkan kembali tentang makna cinta. ketika sedang di mabuk asmara, terkadang kita sering mengenyampingkan kekurangan pasangan dan lebih menghargai segala kebaikannya.

Film terbaik 2018: action

1. Black Panther

Black Panther

Sama seperti Crazy Rich Asians yang mengangkat unsur etnis, Black Panther juga merupakan film superhuman pertama yang diisi oleh mayoritas aktor keturunan Afro-Amerika. Nggak cukup dengan itu, Black Panther play on words turut menjelma jadi salah satu film MCU tersukses. Ia menempati posisi kedua sebagai film terlaris pada tahun 2018.

Ngomong-ngomong, waktu itu kamu ada ikutan beli baju koko T’Challa?

2. Mission: Impossible – Fallout

 Mission: Impossible – Fallout

Tidak begitu afdol rasanya kalau nggak memasukkan Mission: Impossible – Fallout di dalam daftar ini. Situs Screen Rant menyebut bahwa Ethan Hunt telah sukses menjalani misi terbaiknya lewat film ini. Dan saya play on words setuju dengan pendapat tersebut: Fallout merupakan karya terbaik dari keseluruhan film Mission: Impossible.

3. Avengers: Infinity War

Avengers: Infinity War

Limitlessness War merupakan film ketiga dari Avengers dan sekaligus film ke-19 dalam rangkaian MCU.

Film bertabur banyak superhuman yang hadir dengan penuturan kisah emosional ini mencatatkan beragam rekor film industry. Seperti menduduki posisi teratas film terlaris 2018, peringkat keempat film terlaris sepanjang masa, dan menjadi film hero pertama yang menembus angka $2 milyar untuk peredaran worldwide.

4. Overlord

Overlord

Ini adalah film aksi yang melibatkan zombie dan adegan yang bagus. Jika dilihat hanya sekilas, Overlord tampil seperti film kelas B. Tapi, kamu jangan keburu bosan dahulu saat menonton film yang satu ini. Karena itu jika sudah selesai durasinya, kamu bakal berpikir kalau Overlord merupakan film aksi kelas A yang sayang untuk dilewatkan.

Meskipun, jalan ceritanya kurang begitu dalam. Hanya itu kekurangan besarnya.

5. Ready Player One

Ready Player One

Prepared Player One hadir sebagai film bernapaskan kultur pop yang bisa bikin para nerd di seluruh dunia berteriak kegirangan. Benar begitu ‘kan, nerd?

Film yang di adaptasi novel ini juga memiliki pesan moral sekaligus pertanyaan yang membuat saya terus mengingatnya. Seberapa banyak waktu yang terbuang dan biaya yang kita keluarkan hanya untuk kebahagiaan semu dunia maya? Apakah semua itu sepadan jika kita harus mengenyampingkan sebuah realita kehidupan?

Film terbaik 2018: horor

1. A Quiet Place

A Quiet Place

Sesungguhnya dari sisi plot, A Quiet Place masih banyak menyisakan pertanyaan menggantung yang belum terjawab. Tapi tetap saja, sang sutradara yang memilik ide tentang makhluk misterius yang menyerang manusia kalau mengeluarkan suara berisik ini benar-benar brilian!

Ngaku deh, apa kalian juga ikut menahan nafas saat menonton film ini?

2. Hereditary

Hereditary

Tanpa bermodal jumpscare yang berlebihan dan hantu yang beriasan menor, Hereditary menjelma jadi film horor yang mengandalkan kekuatan atmosfer untuk menakut-nakuti kita. Saya bahkan masih sangat ingat dengan adegan yang menampilkan potongan kepala yang utuh di dalam film.

3. Halloween

Halloween

Film pertamanya yang dirilis pada tahun 1978 memang terlihat agak konyol jika kita tonton saat ini. Tapi kekurangan tersebut dapat ditutupi oleh sekuelnya versi 2018-nya.

Ya, film Halloween sendiri hadir dengan intensitas horor dan kekerasan yang naik level. Jadi kalau kamu adalah penyuka film dengan adegan gore yang membabi buta, Halloween bakal menuntaskan dahaga tersebut.

4. Ghost Stories

Ghost Stories

Phantom Stories sebenarnya jauh dari individualized structure seram. Dan ia quip lebih mengandalkan jumpscare semata.

Tapi, kami tetap mengapresiasi penuturan ceritanya yang dibawakan dengan sebuah konsep antologi. Kisah-kisah yang dihadirkan pun tidak hanya berfungsi sebagai penghubung plot.namun Lebih dari itu, mereka juga berfungsi sebagai penghadiran tensi horor yang kuat.

5. Apostle


Dari sebuah tangan dingin Gareth Evans yang menghasilkan dwilogi The Raid, hadir satu film horor berjudul Apostle. Jika kamu menyukai horor ala-ala film Hereditary, kamu juga pasti bakal suka dengan film ini. Messenger membangun atmosfer horornya dengan perlahan tanpa terlalu mengandalkan jumpscare.

Baca juga artikel lainnya : 8 Wisata Ekstrem Di Jogja Yang Akan Membuat Badan Kamu Gemetaran

Film terbaik 2018: komedi

1. Game Night

Game Night

Film yang dibintangi oleh Jason Bateman ini sukses menyajikan komedi yang sangat menghibur. Exchange discourse satirnya selalu mengena. Dan justru itulah kelebihan utama dari film ini untuk menghadirkan gelak tawa bahagia.

2. Sorry to Bother You

Sorry to Bother You

Sorry to learn You memadukan unsur fantasi dalam penyajian visualnya. Meski dianggap sedikit foolish, satir tentang isu politik yang diangkat semakin menguatkan sisi komedi dari film yang tayang perdana di Festival Film Cannes ini.

3. Dumplin’

Dumplin'

Film yang dibintangi oleh Jennifer Aniston ini sangat cocok ditonton remaja. Berbagai kesulitan yang biasa dihadapi ketika pada masa remaja, semuanya dihadirkan dengan ringan dan jenaka dalam Dumplin’.

Misalnya saja, tentang menekankan sebuah rasa cinta terhadap diri sendiri tanpa perlu memedulikan cibiran orang lain. Siapa sih remaja yang nggak pernah mengalami hal seperti itu?

4. Blockers

Blockers

Ingin melihat kelakuan tiga orang tua yang bertingkah laku seperti anak muda? Blockers jawabannya.

Leslie Mann, Ike Barinholtz, dan John Cena tampil kompak dengan konyol dalam membawakan perannya masing-masing sebagai sosok paruh baya. Tentunya, orang yang sudah paruh baya yang masa remajanya kurang bahagia.

5. Instant Family

Instant Family

Moment Family mengangkat kisah sepasang orangtua yang ingin lebih dekat dengan anak-anak adopsi mereka. Kedengarannya seperti film dramatization ya?

Ya, sentuhan dramanya memang ada walau tidak banyak, tapi Instant Family menyorot permasalahan tersebutdari sudut pandang komedi. Jadi tidak cuma menghibur lewat lawakan-lawakannya saja, film ini juga mengingatkan kita tentang hangatnya sebuah hubungan bernama keluarga.

Film terbaik 2018: drama

1. Shoplifters (Manbiki Kazoku)

Manbiki Kazoku

Shoplifters tayang perdana di Festival Film Cannes. Dan hebatnya, ia keluar sebagai film terbaik pada ajang tersebut. Film dengan judul aslinya Manbiki Kazoku ini bisa membuat kamu ikut hanyut dalam pahit getirnya kehidupan dari sudut pandang keluarga yang bertahan hidup sebagai pengutil.

2. Roma

Roma

Artistik adalah individualized structure yang tepat untuk menggambarkan film garapan Alfonso Cuarón ini. Sinematografi dan pergerakan kamera dalam latar hitam putihnya meninggalkan kesan aesthetic yang mendalam.

Poin in addition to lainnya bisa kamu lihat dari emosi kuat yang ditampilkan aktor-aktornya di sepanjang durasi. Maklum saja, film ini digarap dengan sentuhan detail autobiografis sang sutradara sendiri pada saat masa kecilnya.

3. BlacKkKlansman

BlacKkKlansman

Masih sampai saat ini, rasisme masih dianggap sebagai isu yang sensitif di Amerika Serikat. Dan lewat film BlacKkKlansman, kamu bisa ikut mengetahui sebuah kisah kelam tentang perkumpulan Ku Klux Klan yang membenci orang-orang kulit hitam.

hanya sekedar informasi, film arahan Spike Lee ini didasari oleh kisah nyata.

4. A Star Is Born

A Star Is Born

Meski diisi dengan barisan lagu yang dinyanyikan karakter utamanya, A Star Is Born sejatinya adalah film dramatization, bukan musikal. Selain diajak mengarungi kisah cinta antar kedua karakter utamanya, kamu play on words diingatkan kembali untuk bisa bersikap percaya diri pada bakat yang dimiliki, tanpa harus merasa minder dari cibiran orang lain terhadap fisik yang kita miliki.

Baca juga artikel lainnya : Hati-hati, 7 makanan merusak ginjal Ini Bisa Dapat Memicu Batu Ginjal

Film terbaik 2018: animasi

1. Spider-Man: Into the Spider-Verse

Spider-Man: Into the Spider-Verse

Jika satu saja sudah bisa berhasil, mengumpulkan enam Spider-Man sekaligus dalam satu film pasti bisa lebih sukses. Ya mungkin begitulah yang ada di benak pikiran Sony saat hendak membuat animasi manusia laba-laba ini.

Hasilnya? Salah satu adaptasi Spider-Man withering stunning yang pernah dibuat! Versi live activity nya saja lewat deh sama yang satu ini.

2. Incredibles 2

Incredibles 2

Dengan jarak 14 tahun sejak perilisan film pertamanya yang membuat penonton The Incredibles yang dulu masih anak-anak tentunya sekarang sudah berstatus dewasa. Dan untungnya lagi, masa penantian 14 tahun tidak terbuang sia-sia.

Incredibles 2 mampu menyuguhkan hiburan yang mengenyahkan rasa penat, lelucon-lelucon yang makin lucu, hingga penampilan Jack yang sangat mencuri perhatian lewat kelakuan konyolnya.

Wistfulness yang naik level, itulah Incredibles 2.

3. Teen Titans Go! To the Movies

Teen Titans Go! To the Movies

Youngster Titans Go! To the Movies adalah animasi dari DC yang layak masuk ke daftar film animasi 2018 terbaik. Ia berani memparodikan film lain,dan memasukkan Marvel sebagai bahan lelucon, dan bahkan menyindir film-film rilisan DC sendiri.

Dalam beberapa poin, film ini saya rasa lebih unggul dari film superhuman DC versi live-activity. Yang withering mengena sih tentu sisi humornya, yang seringkali alpa dalam film DCEU.

4. Isle of Dogs

Isle of Dogs

Wes Anderson kembali menghasilkan sebuah film animasi stop movement lewat Isle of Dogs. Dengan latar dunia distopia yang ada di sekitar Jepang, Isle of Dogs membawa pesan sosial dalam guratan animasi yang sangat detail dan menakjubkan.

5. Ralph Breaks the Internet

 Ralph Breaks the Internet

Ralph Breaks the Internet hadir di tengah kita dengan berbekal visualisasi dunia web yang meriah, karakter-karakter animasi lain yang muncul sebagai figuran, easter eggs Disney, sampai hybrid para Putri Disney. Sebagai sarana hiburan, rasa-rasanya film ini sudah terasa sangat komplet.

Satu hal yang perlu diperhatikan, Ralph Breaks the Internet telah hadir sebagai salah satu film animasi terbaik pada tahun 2018 yang tampil tanpa kehadiran sosok antagonis.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *