oleh

Menjadi Kasus Korupsi Paling Merugikan Nomer 3 Di Indonesia, Kerugian Mencapai Rp 5,8 Triliun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) kasus korupsi Supian Hadi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

Aksi culas Supian ini quip membuat Indonesia harus mengalami kerugian yang mencapai angka Rp 5,8 triliun. Kasus ini play on words menjadi salah satu kasus dengan kerugian korupsi terbesar nomor tiga di Indonesia. Bahkan, korupsi yang dilakukan oleh Supian ini lebih parah dari kasus korupsi E-KTP yang dilakukan oleh Setya Novanto.

Setelah berhasilmenangkap dan menetapkan Supian sebagai tersangka, KPK juga mengungkap fakta lain yang juga tak kalah mengejutkannya. Berikut fakta mega korupsi yang dilakukan Supian Hadi!

1. Lebih parah dari kasus E-KTP dan BLBI

korupsi yang dilakukan oleh Supian ini membuat dirinya setara dengan korupsi besar yang ada di Indonesia. Kerugian yang mencapai Rp 5,8 triliun itu berada di atas korupsi E-KTP Setnov dengan nilai kerugian Rp 2,3 triliun dan korupsi SKL BLBI yang memiliki nilai kerugian Rp 4,58 triliun.

“Setara bila dibandingkan dengan kasus lain yang pernah ditangani KPK seperti KTP elektronik dan BLBI,” ucap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (7/2).

2. Menjadi kasus korupsi yang paling merugikan nomor 3 di Indonesia

Kini korupsi yang dilakukan oleh Bupati Kotim ini menempati kasus korupsi merugikan nomor 3 di Indonesia. Hal ini sudah jelas bukan sebuah prestasi dan yang seharusnya membuat Bupati Kotim malu seumur hidup, tapi kenyataan supian justru masih bisa tersenyum tampa rasa berasalah sedikit pun.

Korupsi Supian ini berada tepat di bawah korupsi kondensat yang menjerat PT TPPI dengan nilai kerugian mencapai Rp 35 triliun dan kasus Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) Bank Century yang memiliki nilai kerugian sebesar Rp 7,4 triliun.

Baca juga artikel lainnya : Australia Pernah Menggunakan Alat Untuk Menyembuhkan Seorang Gay

3. Menggunakan kemampuan jabatannya untuk melanggengkan pertambangan ilegal

Bupati Kotim terbukti memberikan izin ilegal pada 3 perusahaan pertambangan untuk mengeruk hasil bumi Indonesia seperti bauksit. Ketiga perusahaan tambang ilegal yang dibiarkan oleh Bupati Kotim untuk melakukan eksplorasi adalah PT Fajar Mentaya Abadi, PT Billy Indonesia, dan PT Aries Iron Mining.

4. Mendapatkan suap yang mencapai Rp 2 miliar

Dilansir oleh tribunnews.com pada  hari Sabtu (2/2), Bupati Kotim Supian Hadi diketahui mendapatkan banyak aset suap. Beberapa diantaranya yaitu mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 710 juta, mobil Hummer H3 seharga Rp 1,35 miliar, dan uang sebesar Rp 500 juta.

Aksi korupsi yang dilakukan Supian Hadi ini bukan hanya membuat Indonesia merugi Rp 5,8 triliun tapi juga merusak ekosistem alam Indonesia. Kini, Supian harus siap menghadapi ancaman hukuman penjara cepat masa tahanan 4 tahun dan lama 20 tahun dengan denda hingga Rp 1 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *