oleh

Wartawan Indonesia Tertembak Matanya Pada Saat Demonstrasi Di Hongkong

Demonstrasi atau unjuk rasa memang sedang terjadi di mana-mana. Indonesia, Irak, Italia, dan negara-negara lainnya. Memang lah demonstrasi di setiap negara pastinya memiliki tujuannya masing-masing.Akan tetapi salah satu negara yang memiliki usia demonstrasinya cukup panjang dalam tahun ini adalah Hong Kong.

Dan telah sangat banyak memakan korban berjatuhan pada saat melakukan demonstrasi tersebut, salah satunya adalah seorang jurnalis yang berasal dari Indonesia yang mata kananya ditembak menggunakan peluru karet oleh kepolisian pada saat demonstrasi sedang berlangsung pekan lalu.

Veby Mega Indah, wartawan berasal dari Indonesia menjadi korban tembakan kepolisian saat tengah meliput demonstrasi di Hong Kong. Veby ialah wartawan dan sekaligus editor di media Suara Hong Kong News. Ia terkena luka tembak di bagian mata kanannya pada saat berada di wilayah Wan Chai.

1. Veby Mega Indah sempat berteriak ke arah polisi

Wartawan Indonesia Tertembak Pada Saat Demonstrasi

Veby sudah menggunakan atribut pers lengkap saat hendak meliput demonstrasi di Hong Kong. Namun sayangnya ia tetap menjadi sasaran tembak oleh kepolisian Hong Kong. Padahal Veby dan teman-teman jurnalis lainnya sempat meneriaki ke arah polisi, “Kami Jurnalis!”.

Saya memakai helm dan kacamata. Saya berdiri bersama jurnalis lain. Saya mendengar seorang jurnalis berteriak ‘Jangan tembak, kami adalah jurnalis’, namun polisi tetap menembak,jelas Veby.

2. Ditembak dan dipukuli

Wartawan Indonesia Tertembak Pada Saat Demonstrasi

Veby bercerita, dirinya tertembak di sebuah jembatan yang menghubungkan Menara Imigrasi dengan Stasiun MRT Wan Chai.

Menurut kesaksian Veby Mega Indah, pada saat itu pasukan polisi telah mulai bergerak mundur meninggalkan jembatan, tetapi satu dari mereka terus menembaki demonstran dan jurnalis.

Dan tidak berhenti di situ saja, Veby Mega Indah juga di pukul di bagian sebelah mata kanannya dengan menggunakan sebuah benda tumpul oleh kepolisian hongkong. memang pada saat itu, pihak kepolisian Hong Kong sedang berupaya membubarkan massa demonstrasi di wilayah Wan Chai namun melalui dengan cara kekerasan.

Baca Juga : Korban Tewas Penembakan Di Masjid New Zealand Menjadi 49 Orang

“Saya melihat ada sebuah tas mengarah kepada saya, dan setelah itu saya jatuh,” kata Veby Mega Indah sambil menitikkan air mata.

SCMP melaporkan, dahi dan mata kanan Veby Mega Indah terlihat bengkak. dirinya pun masih sering mengeluh sakit dan pusing.

3. Mata Veby alami buta permanen

Wartawan Indonesia Tertembak Pada Saat Demonstrasi

Meski kondisi fisik Veby Mega Indah telah membaik, akan tetapi kondisi mata kanannya sudah tidak dapat melihat dengan normal kembali. Mata kanan Veby Mega Indah mengalami kebutaan permanen akibat ditembak dengan peluru karet oleh pihak kepolisian Hong Kong. Hal itu telah disampaikan oleh pengacara Veby Mega Indah, Michael Vidler.

Dokter yang menangani Indah hari ini memberi tahu dia luka yang dialaminya akibat tembakan polisi akan membuat mata sebelah kanannya buta permanen,” kata Michael Vidler.

Dia telah diberitahu bahwa pupil matanya pecah akibat kuatnya tekanan dari peluru. Persentase kerusakan matanya hanya bisa diketahui apabila sudah dioperasi“. Pungkas Michael Vidler.

Baca Juga : Australia Pernah Menggunakan Alat Untuk Menyembuhkan Seorang Gay

Kejadian seperti ini tentunya melanggar banyak sekali aturan yang ada, dan salah satunya termasuk SOP kepolisian itu sendiri. Akan tetapi yang jelas kejadian yang satu ini sangat melukai kemanusiaan dan menyakiti semua jurnalis di seluruh dunia. Bukan hanya ada di Hong Kong, kita balik kembali ke negri kita. banyak jurnalis di Indonesia pun mengalami kekerasan selama pada saat demonstrasi Reformasi Dikorupsi beberapa waktu lalu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *